
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Pada Minggu (02/03), kegiatan pembiasaan salat dhuha di MAN 1 Muaro Jambi kembali berlangsung seperti biasanya. Sejak pagi hari, para siswa langsung menuju lokasi salat tanpa harus diperintahkan oleh guru. Kegiatan ini dilaksanakan di musala dan beberapa ruang yang telah ditentukan. Pembiasaan tersebut menjadi bagian dari program pembentukan karakter religius di madrasah. Seluruh warga sekolah terlibat dalam menjaga ketertiban pelaksanaannya.
Tanpa aba-aba khusus, siswa bergegas mengambil air wudu dan menyiapkan perlengkapan salat. Suasana khidmat mulai terasa ketika saf-saf salat tersusun rapi. Kedisiplinan siswa terlihat dari ketepatan waktu dan kerapian barisan. Para wali kelas turut hadir untuk mengawasi jalannya kegiatan. Mereka memastikan seluruh siswa mengikuti salat dhuha dengan tertib.
Salah satu wali kelas, Gading Ramadan, menyampaikan apresiasinya terhadap kesadaran siswa. “Alhamdulillah, anak-anak sudah terbiasa melaksanakan salat dhuha tanpa harus diingatkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembiasaan ini tidak hanya melatih kedisiplinan, tetapi juga menanamkan nilai spiritual. Menurutnya, konsistensi adalah kunci keberhasilan program tersebut. Ia berharap kebiasaan baik ini terus terjaga hingga di luar lingkungan sekolah.
Secara tidak langsung, pihak madrasah menilai bahwa kegiatan ini berdampak positif terhadap perilaku siswa. Beberapa guru mengungkapkan bahwa siswa menjadi lebih tenang dan fokus saat mengikuti pembelajaran setelah salat dhuha. Hal tersebut menunjukkan adanya hubungan antara pembinaan spiritual dan kesiapan belajar. Program ini pun menjadi salah satu ciri khas pembinaan karakter di madrasah. Evaluasi rutin terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan.
Kegiatan salat dhuha biasanya dilaksanakan sebelum proses belajar mengajar dimulai. Waktu pelaksanaannya telah dijadwalkan secara teratur agar tidak mengganggu jam pelajaran. Dengan perencanaan yang matang, kegiatan berjalan efektif dan efisien. Siswa juga memahami bahwa pembiasaan ini merupakan bagian dari tanggung jawab mereka sebagai pelajar. Kesadaran kolektif ini menjadi modal penting dalam membangun budaya religius.
Selain wali kelas, guru piket turut memantau jalannya kegiatan. Mereka memastikan tidak ada siswa yang berkeliaran di luar lokasi salat. Pendekatan persuasif dilakukan apabila terdapat siswa yang terlambat bergabung. Dengan cara tersebut, pembinaan tetap berjalan tanpa menimbulkan tekanan berlebihan. Pendekatan yang humanis menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan program.
Program pembiasaan salat dhuha ini telah berlangsung secara konsisten dalam beberapa waktu terakhir. Pihak madrasah berkomitmen menjadikannya sebagai agenda rutin. Dukungan dari seluruh guru dan tenaga kependidikan menjadi faktor pendukung utama. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi yang berakhlak mulia dan disiplin. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan terlaksananya salat dhuha secara tertib, MAN 1 Muaro Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam membina karakter siswa. Tidak hanya unggul dalam akademik, madrasah juga menekankan pembentukan kepribadian yang religius. Sinergi antara guru dan siswa menjadi kunci keberhasilan program ini. Ke depan, kegiatan pembiasaan akan terus ditingkatkan kualitasnya. Harapannya, budaya positif ini menjadi identitas yang melekat pada seluruh warga madrasah.
|
9x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...