
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Pagi yang cerah pada Senin (06/04) menjadi awal dimulainya Ujian Madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026 di MAN 1 Muaro Jambi. Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa sudah tampak berkumpul di depan ruang ujian dengan wajah penuh harap. Mereka terlihat rapi dengan kartu peserta yang tergantung di leher masing-masing. Suasana terasa hening namun penuh kesiapan. Momen ini menjadi penentu perjalanan akhir mereka di bangku madrasah.
Sebelum ujian dimulai, Ketua Panitia Ujian Madrasah, Ahmad Said Akbar, S.Pd., memberikan arahan penting kepada seluruh peserta. Arahan tersebut dilaksanakan tepat pada pukul 07.05 WIB. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan berbagai aturan yang harus dipatuhi selama ujian berlangsung. Ia juga mengingatkan bahwa ujian ini bukan hanya soal nilai, tetapi juga tentang kejujuran. Peserta diharapkan menjaga integritas diri.
“Ujian ini adalah cerminan kejujuran kalian sendiri, jadi kerjakan dengan kemampuan masing-masing,” tegas Ahmad Said Akbar di hadapan para siswa. Ia juga menambahkan bahwa setiap peserta wajib mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa panitia tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga proses. Sikap disiplin menjadi perhatian utama. Hal ini diharapkan membentuk karakter siswa.
Dalam arahannya, ia menjelaskan bahwa peserta harus masuk ruang ujian setelah tanda masuk dibunyikan. Kartu peserta wajib dikenakan sebagai identitas resmi selama ujian. Siswa yang terlambat masih diperbolehkan mengikuti ujian dengan izin panitia, namun tanpa tambahan waktu. Hal ini secara tidak langsung mengajarkan pentingnya menghargai waktu. Kedisiplinan menjadi nilai utama.
Panitia juga menegaskan larangan membawa alat komunikasi seperti ponsel, kamera, maupun kalkulator. Semua tas, buku, dan catatan harus dikumpulkan di depan kelas sebelum ujian dimulai. Peserta hanya diperbolehkan membawa alat tulis dan kartu ujian. Aturan ini bertujuan menjaga suasana ujian tetap kondusif. Kejujuran menjadi fokus utama dalam pelaksanaan.
Selain itu, peserta hanya boleh login menggunakan akun masing-masing setelah mendapatkan barcode dari pengawas ruang. Mereka juga diwajibkan mengisi daftar hadir menggunakan pulpen hitam. Jika ingin bertanya, siswa harus mengangkat tangan terlebih dahulu. Ketentuan ini menunjukkan bahwa komunikasi tetap diatur secara tertib. Semua dilakukan untuk menjaga kenyamanan bersama.
Selama ujian berlangsung, peserta tidak diperkenankan keluar ruangan tanpa izin. Bahkan, siswa yang selesai lebih awal tetap harus menunggu hingga waktu berakhir. Ahmad Said Akbar secara tidak langsung menegaskan bahwa aturan ini untuk menjaga ketertiban ruang ujian. Tidak boleh ada gangguan yang dapat memecah konsentrasi. Suasana tenang menjadi prioritas.
Ia juga mengingatkan larangan keras seperti bekerja sama, bertanya jawaban, atau memberi bantuan kepada peserta lain. “Jika ada pelanggaran, akan kami tindak tegas, bahkan bisa sampai pemblokiran akun,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen panitia dalam menjaga kualitas ujian. Ketegasan ini diimbangi dengan pendekatan yang humanis. Siswa diharapkan memahami dan mematuhi.
Di akhir arahan, seluruh peserta diminta meninggalkan ruang ujian dengan tertib dan tenang setelah selesai. Panitia berharap seluruh proses berjalan lancar hingga hari terakhir. Arahan ini menjadi bekal penting bagi siswa sebelum menghadapi ujian. Suasana disiplin dan penuh tanggung jawab pun terlihat sejak awal. Ujian Madrasah pun resmi dimulai.
|
7x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...