
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Upacara bendera Senin (27/04) tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga penuh makna melalui amanat yang disampaikan oleh pembina upacara, Ardiansyah, S.Hum.,Gr. Dalam suasana yang tenang, para siswa menyimak setiap pesan yang disampaikan. Ia mengingatkan bahwa waktu belajar di madrasah tinggal beberapa minggu lagi. Oleh karena itu, siswa diminta untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh.
Dalam amanatnya, Ardiansyah menegaskan bahwa madrasah bukanlah tempat untuk bermain-main. Ia menyampaikan bahwa madrasah adalah wadah untuk mencari ilmu. “Belajar harus diniatkan dari dalam hati, bukan sekadar kewajiban,” ucapnya di hadapan seluruh peserta upacara. Pernyataan tersebut menjadi penegasan penting bagi siswa. Ia berharap siswa mampu memahami makna belajar yang sesungguhnya.
Lebih lanjut, ia mengutip hadis Nabi Muhammad ﷺ tentang kewajiban menuntut ilmu. Ia menjelaskan bahwa mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa orang yang menempuh jalan untuk mencari ilmu akan dimudahkan jalannya menuju surga. Hal ini menjadi motivasi spiritual bagi para siswa. Pesan tersebut disampaikan dengan penuh ketulusan.
Ardiansyah juga menekankan bahwa belajar tidak hanya dilakukan di madrasah. Ia mengatakan bahwa siswa dapat menambah ilmu di rumah melalui berbagai cara. “Kalian bisa belajar dari internet, bertanya kepada teman, atau membaca buku,” katanya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses belajar tidak terbatas ruang dan waktu. Siswa diharapkan lebih aktif dalam mencari pengetahuan.
Menurutnya, sikap tidak mudah puas sangat penting dalam menuntut ilmu. Ia mengingatkan agar siswa tidak hanya mengandalkan pembelajaran di kelas. Dengan kemajuan teknologi, akses informasi semakin mudah didapatkan. Oleh karena itu, siswa harus memanfaatkannya dengan baik. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda.
Para siswa tampak antusias menyimak amanat tersebut. Beberapa di antaranya mengaku termotivasi untuk lebih giat belajar. Mereka merasa pesan yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Selain itu, bahasa yang digunakan mudah dipahami. Hal ini membuat pesan lebih mudah diterima oleh siswa.
Amanat upacara ini menjadi pengingat penting menjelang akhir semester. Para siswa diharapkan dapat memanfaatkan waktu yang tersisa dengan maksimal. Guru juga terus memberikan dukungan agar siswa tetap semangat belajar. Dengan kerja keras dan niat yang baik, keberhasilan bukanlah hal yang mustahil. Ini menjadi harapan bersama seluruh warga madrasah.
Di akhir amanatnya, Ardiansyah berharap para siswa dapat meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Ia menekankan bahwa ilmu adalah bekal utama dalam kehidupan. Pesan tersebut menjadi penutup yang penuh makna. Upacara hari itu pun berakhir dengan suasana yang penuh refleksi. Para siswa kembali ke kelas dengan semangat baru.
|
40x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...