
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kepala MAN 1 Muaro Jambi, Jurmalis, menyampaikan bahwa mulai tahun pelajaran 2026/2027 terdapat perubahan dalam pelaksanaan kegiatan penyambutan peserta didik baru di lingkungan madrasah. Perubahan tersebut merupakan kebijakan resmi Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengganti istilah Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) menjadi Masa Ta'aruf Madrasah Unggul, Damai, dan Aman (MATAMUDA). Kebijakan itu diberlakukan secara nasional sebagai upaya memperkuat budaya madrasah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari praktik perundungan maupun kekerasan. Jurmalis menilai perubahan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter sejak hari pertama siswa memasuki lingkungan madrasah. MAN 1 Muaro Jambi pun menyatakan kesiapannya melaksanakan MATAMUDA sesuai dengan petunjuk teknis yang telah diterbitkan oleh Kementerian Agama.
Menurut Jurmalis, perubahan nama dari MATSAMA menjadi MATAMUDA bukan sekadar pergantian istilah, tetapi juga membawa perubahan paradigma dalam pelaksanaan masa pengenalan lingkungan madrasah. Ia mengatakan bahwa seluruh kegiatan nantinya akan lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, penguatan nilai keagamaan, serta terciptanya suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik baru. Pihak madrasah telah mempelajari juknis pelaksanaan yang diterbitkan pemerintah sebagai pedoman resmi dalam menyusun seluruh rangkaian kegiatan. "Kami siap melaksanakan MATAMUDA dengan mengedepankan nilai-nilai unggul, damai, dan aman sebagaimana yang diharapkan Kementerian Agama," ujar Jurmalis. Ia menambahkan bahwa seluruh guru dan panitia telah diberikan pemahaman mengenai konsep baru tersebut.
Kementerian Agama mengumumkan perubahan nama tersebut bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026. Dalam penjelasan resminya, kementerian menyebutkan bahwa MATAMUDA menjadi simbol transformasi penyelenggaraan masa pengenalan lingkungan madrasah yang lebih ramah terhadap peserta didik. Selain mengubah nama, pemerintah juga menerbitkan petunjuk teknis dan pedoman pelaksanaan yang wajib dijadikan acuan oleh seluruh madrasah di Indonesia. Pedoman tersebut memuat tujuan, materi kegiatan, tata cara pelaksanaan, serta berbagai ketentuan yang harus dipatuhi selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya aturan yang jelas, pelaksanaan MATAMUDA diharapkan berlangsung seragam dan berkualitas di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani, menjelaskan bahwa MATAMUDA disusun untuk memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan kepada seluruh peserta didik baru. Menurutnya, lingkungan madrasah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap siswa untuk belajar, berkembang, dan membangun kepercayaan diri. "Kami ingin memastikan seluruh siswa baru mendapatkan pengalaman positif sejak hari pertama di madrasah," kata Muhammad Ali Ramdhani dalam keterangannya. Ia menegaskan bahwa seluruh bentuk perundungan, kekerasan fisik, maupun kekerasan verbal tidak boleh terjadi selama kegiatan berlangsung. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen Kementerian Agama dalam melindungi hak-hak peserta didik.
Juknis MATAMUDA juga mengatur berbagai materi yang harus diberikan kepada peserta didik baru selama masa pengenalan. Materi tersebut meliputi pengenalan lingkungan madrasah, tata tertib, budaya belajar, layanan pendidikan, kegiatan ekstrakurikuler, hingga penguatan moderasi beragama dan karakter peserta didik. Selain itu, panitia diwajibkan menciptakan suasana yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan tanpa memberikan tugas atau hukuman yang tidak mendidik. Kegiatan juga diarahkan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, disiplin, serta kepedulian sosial di kalangan peserta didik baru. Dengan demikian, masa pengenalan benar-benar menjadi sarana pembentukan karakter sejak awal memasuki dunia pendidikan madrasah.
Di MAN 1 Muaro Jambi, berbagai persiapan telah dilakukan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan MATAMUDA. Panitia telah menyusun jadwal kegiatan yang mengacu pada pedoman resmi dari Kementerian Agama. Guru, tenaga kependidikan, serta pengurus organisasi siswa dilibatkan dalam mendampingi peserta didik baru selama mengikuti rangkaian kegiatan. Jurmalis menjelaskan bahwa seluruh aktivitas akan dirancang secara interaktif sehingga siswa dapat mengenal lingkungan madrasah dengan lebih mudah. Ia juga mengatakan bahwa pendekatan yang digunakan akan mengedepankan komunikasi yang santun, pembinaan karakter, dan semangat kekeluargaan.
Lebih lanjut, Jurmalis berharap perubahan MATSAMA menjadi MATAMUDA mampu memberikan dampak positif terhadap budaya belajar di madrasah. Menurutnya, suasana yang aman dan nyaman akan membantu peserta didik lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Ia juga mengajak seluruh warga madrasah untuk bersama-sama menyukseskan program tersebut melalui sikap saling menghargai dan saling mendukung. "Keberhasilan MATAMUDA bukan hanya tanggung jawab panitia, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga madrasah agar siswa baru merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar MAN 1 Muaro Jambi," tuturnya. Pernyataan itu mendapat dukungan dari para guru yang telah mengikuti sosialisasi mengenai pelaksanaan MATAMUDA.
Melalui penerapan MATAMUDA, MAN 1 Muaro Jambi berharap proses penyambutan peserta didik baru tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi awal pembentukan karakter generasi madrasah yang unggul. Seluruh rangkaian kegiatan akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan Kementerian Agama sehingga tujuan menciptakan madrasah yang damai, aman, dan inklusif dapat terwujud. Kehadiran MATAMUDA diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, semangat belajar, serta kecintaan peserta didik terhadap madrasah sejak hari pertama.
|
35x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...