
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Usai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65, Jumat (14/08/2026), kegiatan di Pangkalan MAN 1 Muaro Jambi dilanjutkan dengan sosialisasi bahaya narkoba. Kegiatan tersebut berlangsung di hadapan siswa dan menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Sosialisasi disampaikan oleh Indra Gus Priyono, S.Si., dari BNN Kota Jambi. Para siswa mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian. Materi yang diberikan diarahkan untuk membangun kesadaran generasi muda agar mampu menjauhi narkoba.
“Jangan pernah mencoba narkoba, karena sekali salah mengambil keputusan dapat memberikan dampak panjang bagi kehidupan,” pesan Indra Gus Priyono kepada para siswa. Ia mengingatkan bahwa generasi muda merupakan kelompok yang harus mendapatkan perlindungan dari penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, pengetahuan tentang bahaya narkoba menjadi salah satu bentuk pencegahan. Siswa juga perlu memiliki keberanian untuk menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan zat terlarang. Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam sosialisasi yang berlangsung setelah upacara.
Indra Gus Priyono merupakan penyuluh atau Staf Penggerak Swadaya Masyarakat pada Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Jambi. Ia dikenal aktif menjadi narasumber dalam kegiatan penyuluhan bahaya narkoba. Kegiatan penyuluhan telah dilakukannya di berbagai madrasah dan instansi. Pengalaman tersebut membuat penyampaian materi disesuaikan dengan kondisi peserta. Bahasa yang digunakan juga diarahkan agar mudah dipahami oleh siswa.
Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan berbagai risiko yang dapat muncul akibat penyalahgunaan narkoba. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Penyalahgunaan narkoba juga dapat memengaruhi kondisi mental dan hubungan sosial seseorang. Selain itu, terdapat konsekuensi hukum yang harus dipahami oleh generasi muda. Karena itu, siswa perlu memiliki pemahaman yang benar sebelum mengambil keputusan dalam pergaulan.
Waka Humas MAN 1 Muaro Jambi, Hj. Nurgayah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut memiliki tujuan yang sangat penting. “Kami ingin siswa mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang dampak buruk penyalahgunaan zat adiktif,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa madrasah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Pembentukan karakter dan perlindungan siswa juga menjadi perhatian. Menurutnya, edukasi seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Hj. Nurgayah menjelaskan bahwa bahaya narkoba perlu dikenalkan kepada siswa melalui pendekatan edukatif. Siswa harus mengetahui dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental. Mereka juga perlu memahami pengaruhnya terhadap kehidupan sosial serta aspek hukum. Pemahaman tersebut diharapkan membuat siswa lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan. Dengan demikian, mereka dapat lebih berani mengatakan tidak terhadap ajakan yang berisiko.
Sosialisasi juga menjadi bentuk sinergi antara madrasah dengan lembaga yang memiliki tugas dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan generasi muda. Madrasah menjadi tempat strategis untuk memberikan pendidikan pencegahan kepada siswa. Sementara itu, narasumber dari BNN memberikan informasi berdasarkan pengalaman dan tugasnya di lapangan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih kuat kepada peserta.
Kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif dan komunikatif. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk menyimak berbagai informasi mengenai bahaya narkoba. Materi yang disampaikan diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan saja. Siswa juga diharapkan mampu menerapkannya dalam mengambil keputusan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, MAN 1 Muaro Jambi terus berupaya membentengi generasi muda dari pengaruh negatif. Harapannya, siswa mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan berani menolak narkoba menuju Indonesia Emas.
|
22x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...