
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Pengawas madrasah M. Yaskin melakukan kunjungan ke MAN 1 Muaro Jambi, Rabu (23/09/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). PJJ diterapkan sebagai bentuk penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat kondisi kabut asap yang terjadi karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam kunjungan tersebut, M. Yaskin didampingi Kepala MAN 1 Muaro Jambi Jurmalis serta Waka Kurikulum Suratno. Kegiatan monev menjadi bagian dari pemantauan pelaksanaan pembelajaran agar tetap berjalan sesuai ketentuan.
M. Yaskin memberikan apresiasi kepada para guru yang tetap melaksanakan tugas pembelajaran selama kondisi kabut asap. “Saya mengapresiasi upaya dan usaha para guru yang tetap melaksanakan PJJ dengan media yang mereka kuasai,” ujar M. Yaskin. Menurutnya, kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya mendukung pembelajaran tatap muka tidak boleh menghentikan proses pendidikan. Para guru diharapkan tetap memberikan pelayanan pembelajaran kepada siswa melalui media yang dapat digunakan. Ia juga berharap kondisi yang terjadi segera berakhir sehingga kegiatan belajar dapat kembali berlangsung secara tatap muka.
Dalam kegiatan tersebut, M. Yaskin melihat pelaksanaan PJJ yang dilakukan oleh guru MAN 1 Muaro Jambi. Guru menggunakan berbagai media yang dikuasai untuk menyampaikan materi pembelajaran. Pemilihan media disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pembelajaran. Hal tersebut dilakukan agar siswa tetap memperoleh materi sesuai jadwal. Upaya tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran tetap menjadi perhatian meskipun madrasah menghadapi situasi yang tidak biasa.
Kepala MAN 1 Muaro Jambi Jurmalis turut mendampingi pengawas selama kegiatan monitoring berlangsung. Kehadiran kepala madrasah menjadi bagian penting dalam memberikan informasi mengenai pelaksanaan PJJ di lingkungan madrasah. Berbagai kendala yang dihadapi selama pelaksanaan PJJ juga menjadi bahan evaluasi. Pihak madrasah berupaya memastikan guru tetap melaksanakan tugasnya sesuai jadwal. Pada saat yang sama, kondisi siswa dan lingkungan tetap menjadi perhatian dalam menentukan pola pembelajaran.
Waka Kurikulum MAN 1 Muaro Jambi Suratno juga ikut mendampingi kegiatan monev tersebut. Dari sisi kurikulum, pelaksanaan PJJ membutuhkan penyesuaian agar materi pembelajaran tetap dapat diberikan kepada siswa. Guru harus mengatur strategi pembelajaran sesuai media yang tersedia. Pemantauan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Evaluasi tersebut juga menjadi bahan bagi madrasah dalam menentukan langkah pembelajaran berikutnya.
Pelaksanaan PJJ selama kondisi kabut asap menjadi pengalaman tersendiri bagi guru dan siswa. Guru dituntut mampu beradaptasi dengan penggunaan berbagai media pembelajaran. Siswa juga perlu memiliki kemandirian dalam mengikuti pembelajaran dari tempat masing-masing. Komunikasi antara guru dan siswa menjadi salah satu faktor penting agar materi tetap tersampaikan. Karena itu, dukungan seluruh warga madrasah diperlukan untuk menjaga keberlangsungan proses pembelajaran.
M. Yaskin berharap kondisi kabut asap dapat segera berakhir. Ia menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilakukan apabila kondisi lingkungan telah memungkinkan. “Mudah-mudahan musibah ini segera berakhir dan kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat segera terlaksana,” harapnya. Harapan tersebut menjadi perhatian bersama karena pembelajaran tatap muka memungkinkan interaksi yang lebih optimal antara guru dan siswa. Meski demikian, aspek keselamatan dan kondisi lingkungan tetap menjadi pertimbangan utama.
Kegiatan monev tersebut juga menjadi kesempatan bagi pihak madrasah untuk menyampaikan kondisi pelaksanaan pembelajaran selama PJJ. Masukan dari pengawas menjadi bahan evaluasi bagi madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Para guru diharapkan tetap menjalankan tugas secara profesional dalam kondisi apa pun. Penggunaan media pembelajaran juga dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan. Dengan demikian, keterbatasan akibat kondisi lingkungan tidak menghalangi layanan pendidikan kepada siswa.
Kunjungan pengawas madrasah diharapkan semakin memperkuat koordinasi antara pengawas dan MAN 1 Muaro Jambi. Monitoring tidak hanya menjadi kegiatan evaluasi, tetapi juga menjadi bentuk pendampingan terhadap madrasah. Pihak madrasah terus berkomitmen menjaga proses pembelajaran agar tetap berjalan. Guru dan siswa juga diharapkan bersabar menghadapi kondisi lingkungan yang masih dipengaruhi kabut asap. Dengan koordinasi dan kerja sama seluruh pihak, kegiatan pembelajaran diharapkan dapat kembali berjalan secara normal dan tatap muka ketika kondisi sudah benar-benar memungkinkan.
|
20x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...