
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ MAN 1 Muaro Jambi masih menerapkan pembelajaran secara daring menyusul kondisi udara yang belum sehat akibat asap Karhutla. Kebijakan tersebut berlaku mulai 5 hingga 7 Oktober 2026. Pembelajaran dilakukan dari jarak jauh dengan tetap mengacu pada jadwal kegiatan belajar yang telah ditentukan. Langkah ini diambil agar proses pendidikan tetap berlangsung tanpa mengabaikan kondisi lingkungan. Perpanjangan pembelajaran daring masih dimungkinkan apabila kualitas udara belum mengalami perubahan.
Waka Kurikulum MAN 1 Muaro Jambi, Suratno, meminta seluruh guru tetap melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal. “KBM daring harus tetap dilaksanakan supaya materi tersampaikan kepada peserta didik,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa perubahan metode pembelajaran tidak berarti kegiatan belajar dihentikan. Guru tetap memiliki tanggung jawab menyampaikan materi kepada peserta didik. Peserta didik juga diharapkan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan penuh tanggung jawab.
Pembelajaran daring dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai platform atau media yang tersedia. Guru dapat memberikan materi melalui media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing mata pelajaran. Komunikasi dilakukan secara online selama kegiatan berlangsung. Peserta didik mengikuti pembelajaran dari tempat masing-masing. Dengan cara tersebut, kegiatan akademik di madrasah tetap dapat berjalan meskipun pembelajaran tatap muka sementara tidak dilaksanakan.
Kondisi asap akibat Karhutla menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran. Udara yang tidak sehat dapat membuat aktivitas di luar ruangan menjadi kurang nyaman. Madrasah perlu melakukan penyesuaian agar kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi warga madrasah. Kebijakan daring menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam situasi tersebut. Perubahan kebijakan selanjutnya akan menyesuaikan perkembangan kondisi udara.
Suratno juga mengingatkan agar guru tetap menjaga kualitas pembelajaran selama kegiatan daring. Materi pembelajaran perlu diberikan secara terarah dan sesuai jadwal. Guru dapat memberikan penjelasan, tugas, maupun aktivitas belajar lainnya melalui media yang digunakan. Peserta didik juga diharapkan aktif mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian, tujuan pembelajaran tetap dapat dicapai meskipun metode yang digunakan berbeda.
Penerapan pembelajaran daring pada 5 hingga 7 Oktober bersifat sementara. Madrasah akan terus memantau kondisi lingkungan sebelum menentukan apakah pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Apabila kondisi udara membaik, kegiatan belajar dapat disesuaikan dengan kebijakan berikutnya. Namun, jika kondisi masih belum memungkinkan, pembelajaran daring dapat diperpanjang. Informasi tersebut akan disampaikan kepada seluruh warga madrasah melalui saluran komunikasi yang tersedia.
Guru juga diharapkan melakukan pemantauan terhadap kehadiran dan keaktifan peserta didik. Hal ini penting agar tidak ada peserta didik yang tertinggal dalam mengikuti pembelajaran. Komunikasi antara guru dan peserta didik harus tetap berjalan dengan baik. Jika terdapat kendala selama pembelajaran, guru dapat melakukan tindak lanjut sesuai kondisi. Kerja sama antara guru, peserta didik, dan orang tua juga dapat membantu menjaga kelancaran pembelajaran dari jarak jauh.
Melalui kebijakan tersebut, MAN 1 Muaro Jambi berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan pendidikan dan kondisi lingkungan. Pembelajaran tetap dilaksanakan meskipun metode berubah menjadi daring. Madrasah terus mengikuti perkembangan kondisi asap Karhutla sebagai dasar menentukan kebijakan selanjutnya. Suratno berharap seluruh guru dan peserta didik tetap disiplin dalam mengikuti kegiatan belajar. Dengan komitmen bersama, proses pembelajaran diharapkan tetap berjalan efektif sampai kondisi memungkinkan untuk kembali melaksanakan KBM secara normal.
|
70x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...