
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Di tengah suasana hangat Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, langkah-langkah kecil menuju perubahan besar mulai dirancang bersama. Jurmalis, S.Pd., M.M., Kepala MAN 1 Muaro Jambi, hadir sebagai bagian dari Kelompok Kerja Kepala Madrasah jenjang MTs dan MA yang digelar pada 21 hingga 23 April 2026. Kegiatan ini mempertemukan para pemimpin pendidikan dari berbagai daerah di Provinsi Jambi. Mereka datang dengan harapan yang sama, yaitu membawa perubahan nyata bagi madrasah masing-masing. Dalam ruang yang sama, ide-ide bertemu, pengalaman saling bertukar, dan semangat diperkuat. Semua itu menjadi awal dari sesuatu yang lebih besar.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Dr. H. Mahbub Daryanto, yang tampil dengan pesan sederhana namun mengena. Ia tidak berbicara tentang hal yang rumit, tetapi justru mengajak semua orang untuk kembali ke hal paling dasar. “Perubahan itu tidak harus besar di awal, cukup dimulai dari langkah kecil,” ucapnya dengan nada tenang. Kalimat itu menggema di ruangan, seolah menyentuh kesadaran setiap peserta. Ia menjelaskan bahwa keberanian untuk memulai adalah kunci utama. Tanpa langkah pertama, tidak akan pernah ada perjalanan panjang.
Secara tidak langsung, ia mengingatkan bahwa banyak program sering gagal bukan karena sulit, tetapi karena tidak pernah benar-benar dimulai. Para peserta terlihat merenung, seakan merefleksikan perjalanan kepemimpinan mereka selama ini. Ada yang mencatat, ada yang mengangguk perlahan. Momen itu terasa sangat personal meski berada dalam forum resmi. Jurmalis pun merasakan hal yang sama. Ia mengaku bahwa pesan tersebut seperti teguran sekaligus motivasi.
Selain membahas perubahan, Kakanwil juga menyoroti pentingnya kehadiran dalam forum koordinasi. Ia menyampaikan bahwa banyak kebijakan penting justru lahir dari ruang-ruang diskusi seperti ini. “Forum ini bukan sekadar formalitas, tetapi ruang strategis untuk menyampaikan suara daerah,” ujarnya. Pernyataan itu disampaikan dengan tegas, namun tetap hangat. Ia berharap para kepala madrasah tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga aktif berkontribusi. Hal ini menjadi pengingat bahwa komunikasi adalah jembatan utama dalam kemajuan pendidikan.
Pembahasan kemudian berlanjut pada transformasi besar di tubuh Kementerian Agama. Sistem manajemen talenta atau talent pool menjadi salah satu fokus utama. Kakanwil menjelaskan bahwa ke depan, promosi jabatan tidak lagi berbasis kedekatan, tetapi murni pada kompetensi dan kinerja. Data menjadi penentu utama, dan sistem seperti MyASN menjadi alatnya. Ia meminta seluruh ASN segera melengkapi data diri secara akurat. Hal ini bukan sekadar administrasi, tetapi bagian dari masa depan karier mereka.
Jurmalis menyambut baik perubahan tersebut. Ia menilai sistem ini lebih adil dan transparan. Secara tidak langsung, ia menyampaikan bahwa sistem lama memang memiliki banyak kelemahan. Dengan adanya digitalisasi, semua menjadi lebih terukur. Ia merasa tertantang untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Baginya, ini adalah kesempatan untuk berkembang lebih jauh.
Selama tiga hari kegiatan, suasana tidak pernah terasa membosankan. Diskusi berjalan hidup, bahkan sering kali berlanjut di luar sesi resmi. Para kepala madrasah saling berbagi cerita, mulai dari keberhasilan hingga tantangan. Ada rasa kebersamaan yang tumbuh secara alami. Mereka tidak lagi merasa berjalan sendiri. Inilah kekuatan dari kolaborasi.
Ketika kegiatan berakhir, yang tersisa bukan hanya catatan dan materi, tetapi juga semangat baru. Jurmalis pulang dengan membawa lebih dari sekadar pengetahuan. Ia membawa tekad untuk memulai langkah kecil yang selama ini mungkin tertunda. Ia percaya bahwa perubahan besar memang tidak datang dalam semalam. Tetapi dengan langkah kecil yang konsisten, semua itu akan menjadi nyata.
|
24x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...