
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Hampir dua pekan kegiatan belajar mengajar (KBM) di MAN 1 Muaro Jambi berlangsung dengan tertib dan lancar. "Alhamdulillah, siswa kelas X sudah mulai mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar dan budaya akademik yang diterapkan di madrasah," ujar Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Suratno, S.Pd., Gr., M.Pd., saat ditemui pada Jumat (31/07). Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa peserta didik baru mulai memahami ritme pembelajaran di jenjang Madrasah Aliyah. Proses adaptasi yang baik menjadi modal penting agar siswa dapat mengikuti seluruh kegiatan akademik maupun nonakademik dengan optimal. Madrasah pun terus memberikan pendampingan agar seluruh peserta didik merasa nyaman dalam menjalani proses pembelajaran.
Suratno menjelaskan bahwa perubahan dari jenjang SMP/MTs menuju Madrasah Aliyah memang memerlukan waktu penyesuaian. "Pada awal masuk tentu masih ada siswa yang perlu menyesuaikan diri, tetapi sekarang mereka sudah mulai memahami aturan dan pola belajar di madrasah," katanya. Ia mengungkapkan bahwa perubahan tersebut terlihat dari kedisiplinan siswa dalam mengikuti jadwal pelajaran, tata tertib, hingga kegiatan pembiasaan yang dilaksanakan setiap hari. Menurutnya, kemampuan beradaptasi merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan peserta didik dalam meraih prestasi. Oleh karena itu, madrasah terus memberikan bimbingan kepada siswa agar proses penyesuaian berlangsung lebih cepat.
Selain lingkungan belajar yang baru, siswa juga harus menyesuaikan diri dengan jam kepulangan dan pola kegiatan yang lebih padat. "Peserta didik kini mulai memahami bahwa jadwal belajar di Madrasah Aliyah memiliki durasi yang lebih panjang dibandingkan ketika mereka masih berada di SMP atau MTs," jelas Suratno. Ia mengatakan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran. Meskipun pada awalnya membutuhkan penyesuaian, sebagian besar siswa kini sudah mampu mengikuti seluruh kegiatan dengan baik. Hal itu terlihat dari kehadiran siswa yang semakin disiplin serta keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran.
Perbedaan lain yang dirasakan siswa adalah durasi setiap jam pelajaran atau JP yang mengalami penambahan waktu. "Jika sebelumnya satu jam pelajaran hanya berlangsung selama 40 menit, sekarang menjadi 45 menit sehingga siswa memiliki waktu belajar yang lebih banyak," tutur Suratno. Ia menilai penambahan durasi tersebut memberikan kesempatan bagi guru untuk menyampaikan materi secara lebih mendalam. Di sisi lain, siswa juga memperoleh waktu yang cukup untuk berdiskusi, bertanya, dan menyelesaikan tugas selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, kualitas kegiatan belajar mengajar diharapkan semakin meningkat.
Salah seorang siswa kelas X, Shalsa, mengaku mulai menikmati suasana belajar di MAN 1 Muaro Jambi. "Sekarang saya sudah mulai terbiasa dengan cara belajar di madrasah, termasuk jadwal pelajaran yang lebih panjang dibandingkan saat di MTs," ungkapnya. Ia mengatakan bahwa pada minggu pertama dirinya masih merasa canggung karena harus mengenal lingkungan, guru, dan teman-teman baru. Namun, seiring berjalannya waktu, ia semakin percaya diri mengikuti setiap kegiatan pembelajaran. Menurutnya, dukungan guru dan teman-teman membuat proses adaptasi menjadi lebih mudah.
Shalsa juga menilai bahwa suasana belajar di MAN 1 Muaro Jambi sangat kondusif untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun karakter. "Guru-guru memberikan arahan dengan sabar sehingga kami tidak kesulitan menyesuaikan diri dengan materi maupun aturan yang berlaku," ujarnya. Ia mengungkapkan bahwa para peserta didik baru juga saling membantu ketika ada teman yang belum memahami jadwal ataupun tata tertib madrasah. Kebersamaan tersebut membuat suasana kelas menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Ia berharap semangat belajar itu dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun pelajaran.
Menurut Suratno, keberhasilan proses adaptasi siswa tidak terlepas dari kerja sama seluruh warga madrasah. "Kami terus mendorong guru, wali kelas, dan seluruh tenaga kependidikan untuk memberikan pendampingan agar peserta didik baru merasa diterima dan mampu berkembang secara maksimal," katanya. Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang humanis menjadi salah satu strategi dalam membantu siswa melewati masa transisi dari jenjang pendidikan sebelumnya. Dengan suasana yang nyaman, siswa akan lebih mudah berkonsentrasi dan termotivasi untuk belajar. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Melalui proses adaptasi yang berjalan dengan baik, MAN 1 Muaro Jambi optimistis peserta didik kelas X mampu mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran selama tahun pelajaran ini. "Kami berharap semangat belajar para siswa terus meningkat sehingga mereka mampu meraih prestasi akademik maupun nonakademik yang membanggakan," pungkas Suratno. Harapan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berusaha memberikan hasil terbaik selama menempuh pendidikan di madrasah. Dengan dukungan guru, orang tua, dan lingkungan belajar yang kondusif, siswa kelas X diyakini akan semakin siap menghadapi berbagai tantangan pembelajaran di jenjang Madrasah Aliyah. Adaptasi yang berhasil menjadi langkah awal dalam mencetak generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan.
|
28x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...